Kerjasama Koramil dan Polsek Ngadiluwih Bersama BPBD, Melakukan Pencarian Diduga Korban Terbawa Aliran Sungai Berantas

aangkediri, 05 Jul 2019,
Share w.App T.Me

KEDIRI. Muhamad Febrian Koironi, pelajar berusia 8 tahun, asal Dusun Badal Cikal, Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, diduga hanyut terbawa aliran Sungai Berantas. jumat (5/7/2019)

Danramil Ngadiluwih Kapten Czi Kustoyo melaporkan, dugaan tersebut berawal dari pernyataan ayah diduga korban, Mahfud (51 tahun). Ayah korban menduga anaknya hanyut terbawa aliran Sungai Berantas saat mandi.

Hilangnya Febrian, diperkirakan berawal di sepanjang Sungai Berantas yang masuk Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih. Hal ini mengacu pada keberadaan benda-benda milik diduga korban, yaitu celana warna krem, sandal jepit warna merah, dan sepeda.

Menurut Kapten Czi Kustoyo, hanyutnya korban masih bersifat dugaan, lantaran saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi, tidak secara langsung melihat kejadian tersebut. Saksi-saksi tersebut ialah Dani (10 tahun), Ardi Santria (12 tahun), dan Ngainun (51 tahun), ketiganya berdomisili di Dusun Badal Cikal, Desa Badal Pandean, Kecamatan Ngadiluwih.

Dari keterangan ibu diduga korban, Farida (40 tahun), sebelum kejadian, anaknya diajak bermain dengan teman-temannya sekitar pukul 11.30 wib, dan pada waktu itu, ibu diduga korban sedang sibuk, lantaran ada keluarganya yang mengadakan hajatan.

Sekitar pukul 16.00 wib, Farida pulang kembali kerumahnya, namun didalam rumah, anaknya tersebut tidak diketemukan. Khawatir akan terjadi apa-apa, ibu diduga korban lalu mencari anaknya di sepanjang Sungai Berantas.

Namun, orang-orang yang sedang memancing saat ditanyai, tak satupun yang melihat anaknya, disekitar lokasi tersebut. Pencarian Farida tak kunjung membawa hasil, dan anaknya masih belum dapat diketemukan.

Upaya pencarian tetap terus dilakukan, Farida lalu menemui suaminya, Mahfud, saat masih menjalankan aktifitas pekerjaannya. Mahfud lantas mencari anaknya disepanjang Sungai Berantas, dan dilokasi tersebut, beberapa benda yang tak asing dalam pengamatannya diketemukan, yaitu berupa celana, sandal, dan sepeda.

Benda-benda tersebut diyakini milik anak Mahfud, dan ia mulai memperkirakan anaknya hilang karena hanyur terbawa aliran Sungai Berantas. Ayah diduga korban lantas melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian, dalam hal ini Polsek Ngadiluwih.

Hingga berita ini diturunkan, Febrian anak Mahfud, masih belum diketemukan, dan pencarian masih terus dilakukan dari pihak diduga korban maupun pihak dari Polsek Ngadiluwih, Koramil Ngadiluwih, serta warga setempat.

Koordinator TRC Satgas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Kediri, Windoko, mengkonfirmasikan, pencarian diduga korban akan dilakukan mulai besok pagi, sekitar pukul 06.00 wib, dan hal itu didasari faktor keamanan saat pencarian. Namun, pemantauan tetap dilakukan BPBD Kabupaten Kediri dengan semua pihak. (aang)

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami