Pererat Silaturahmi Bersama Jagongan Bareng Di Makodim Kediri

INDONESIASATU.CO.ID:

Kediri. Kodim 0809/Kediri bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri mengadakan “Jagongan Bareng Menuju Kediri Aman, Guyub Dan Rukun”, dan acara ini diselenggarakan di lapangan Makodim Kediri. selasa (15/1/20190

Acara yang berlangsung malam hari ini dihadiri Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, Wakil Bupati Kediri M.Masykuri, Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton, Ketua KPUD Kediri Sapta Andaruisworo, serta tokoh masyarakat, agama maupun pemuda.

Jagongan bareng ini hampir dapat dipastikan akan diadakan secaa bergiliran, dan acara ini diinisiatori Kapolres Kediri. Pada bulan ini atau tepat Januari ini, Kodim Kediri kebagian menggelar acara tersebut dan acara ini dikemas berupa silaturahmi, sekaligus dengar pendapat.

”Dulu, beberapa bulan lalu, acara ini diinisiatori bapak Kapolres, luar biasa.  Tentunya atas dukungan ibu Bupati, kita Forkopimda akan mengadakan acara ini bergiliran. Untuk bulan Januari, kebagiannya Kodim. Acara ini sudah kita kemas, jadi ini silaturahmi,” kata Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno.

Lanjutnya ,“Kita menyadari dengan adanya kemajuan teknologi, kita dimudahkan dalam berkomunikasi. Namun, tentunya silaturahmi seperti ini harus terus kita jaga.”

Menyoroti agenda Pemilu yang akan berlangsung, Kodim Kediri jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri, guna turut membantu Kepolisian dalam hal ini Polres Kediri, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pesta demokrasi 5 tahunan ini.

“Pemilu, sangat penting untuk kita jaga. Kodim membawahi kota dan kabupaten, TPSnya nanti sekitar 6.000an. Anggota Kodim sekitar 700an, jadi 1 orang bisa mengcover pengamanan 8 sampai 10 TPS. Semua itu tidak bisa berjalan dengan sukses, tanpa dukungan kita semua,” jelas Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno.

Ia menambahkan, selama berlangsungnya Pemilu, Kodim Kediri memastikan berada diposisi netral dan tidak ada keraguan dari masyarakat, khususnya Kediri.

Selain itu, ia menjelaskan, bahwa saat ini Kediri sudah merupakan daerah yang berpotensi menjadi lumbung pangan, dan ditargetkan bisa ekspor beras. Diprediksi, pada musim panen Maret sampai April, hasil gabah atau beras dari petani bisa diserap oleh Bulog.

Pada kesempatannya, M.Masykuri mengatakan ,”Sampai sekarang, yang ramai itu di televisi saja, untuk masyarakat di Kediri, selalu aman dan damai.”

Lanjutnya ,”Ini ajang bersilaturahmi, tanpa komunikasi, kita tidak tahu apa yang dimau, untuk itu kita mau menyerap aspirasi dari tokoh masyarakat, agama, bagaimana Kediri bisa lebih baik.

Sementara itu, AKBP Roni Faisal Saiful Faton mengungkapkan ,”Sebenarnya kunci dari situasi yang nyaman, adalah sinergitas dan komunikasi. Kita tidak bisa membuat situasi nyaman, kalau tidak ada komunikasi. Disini hadir tokoh masyarakat, agama, pemuda. Kita ngobrol, kita temu, saat inilah kita bertatap muka. Disitulah komunikasi kita lakukan, duduk bersama, satu tempat.”

Terkait agenda  Pemilu 2019 mendatang, ia menegaskan ,”Dalam menyikapi agenda di tahun 2019, kami berada diposisi netral. Kami mohon dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, kita jaga, kita sukseskan agenda Pemilu, sehingga Kediri aman dan nyaman.”

Selain itu, ia menjelaskan, bahwa acara ini selanjutnya nanti bergiliran, yang pertama Polres Kediri yang ketempatan, dan sekarang ini Kodim Kediri yang ketempatan, selanjutnya bergantian.

Menanggapi agenda Pemilu yang menjadi PR besar bagi KPUD Kabupaten Kediri, Sapta Andaruisworo mengatakan ,”Kita sangat support acara ini, bisa membuka ruang-ruang komunikasi, tentunya mengingat 2019 ini, tepatnya bulan April, kita melaksanakan Pemilu serentak, yaitu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden.”

Lanjutnya ,”Dukungan yang berbeda, jangan sampai mengganggu yang menimbulkan suatu riak-riak atau tensi yang tinggi. Khususnya yang di medsos-medsos, pendukung beda kubu saling bersaut-sautan. Tapi, inilah dinamika politik, artinya berbeda pilihan itu wajar, tetapi semua perbedaan pilihan itu jangan sampai memecah belah persatuan kesatuan kita. Mari sama-sama kita hargai perbedaan itu.”

Dalam jagongan bareng ini, tak ketinggalan, diawali live concert dari group musik lokal yang menghibur selama lebih dari 30 menit. Selain itu, dengar pendapat atau aspirasi disampaikan oleh tokoh-tokoh masyarakat, agama dan pemuda se-Kabupaten Kediri. (aang)

  • Whatsapp

Index Berita